Hari Kedua Pemeriksaan Kesehatan, Paslon Sri-Bambang Ikuti Tes Psikologi

Hari Kedua Pemeriksaan Kesehatan, Paslon Sri-Bambang Ikuti Tes Psikologi

Solo – Pasangan calon Sri Sumarni dan Bambang Pujiyanto melaksanakan tes di hari kedua pemeriksaan kesehatan. Keduanya menjalani tes psikologi dan tes kesehatan secara menyeluruh, Selasa (15/9/2020).

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Grobogan Agung Sutopo menjelaskan, tes kesehatan diawali dengan pengambilan urine dan darah paslon oleh tim kesehatan rumah sakit Dr Moewardi. Tes ini dilakukan di Aula Sekar Jagad, RS dr Moewardi.

“Tes kesehatan hari kedua dimulai pada pukul 07.00 WIB. Sebelum menjalani tes kesehatan, paslon diminta puasa selama sepuluh jam. Mulai kemarin pukul 21.00 malam, mereka sudah berpuasa. Setelah puasa, pagi hari diambil sampel urine dan darah,” kata Agung Sutopo, yang mendampingi dua Paslon di rumah sakit.

Puasa, merupakan salah satu yang disyaratkan oleh tim dokter. Selain urine, juga dilakukan tes psikologi.

“Dari keterangan tim kesehatan. Paslon akan mengerjakan 560 soal tes psikologi. Secara teknis pelaksanaan oleh tim kesehatan. KPU Grobogan hanya mengantar sampai rumah sakit,” tambah Agung didampingi Ngatiman, Komisioner Bidang Sosialisasi Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM.

Di hari kedua ini, pasangan Sri Sumarni – Bambang Pujiyanto mengenakan piyama pakaian khusus yang disediakan tim kesehatan.

“Semua hasil pemeriksaan KPU menunggu informasi dari rumah sakit. Bisa satu hari (besok) atau dua hari ke depan,” tambahnya.

Ngatiman, menambahkan tes psikologi yang dijalani salah satunya tes efaluasi karakteristik kepribadian dan psikopatologi.

“Harapannya Bupati dan Wakil Bupati, mampu secara rohani dan jasmani untuk melaksanakan tugas dan kewajiban,” katanya.

Ngatiman menjelaskan, sehat dalam arti kesehatan tidak berarti harus bebas dari penyakit, impairment ataupun kecacatan, melainkan setidaknya mereka harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari secara mandiri tanpa hambatan yang bermakna.

“Juga tidak memiliki penyakit yang diperkirakan akan mengakibatkan kehilangan kemampuan fisik dalam 5 (lima) tahun ke depan, serta memiliki kesehatan jiwa sedemikian rupa sehingga tidak kehilangan kemampuan dalam melakukan observasi, menganalisis, membuat keputusan dan intelegensi untuk Kabupaten Grobogan ke depannya,” ungkap ayah dua anak ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *