Bimtek pemungutan dan Penghitungan Suara untuk Anggota PPK

Para anggota PPK di seluruh kecamatan, Kamis (29/10) mendapat bimtek pemungutan dan penghitungan serta rekapitulasi penghitungan suara di PPK yang dilangsungkan di Aula KPU Grobogan. Acara bimtek dipimpin langsung Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif. Dalam bimtek tersebut, para anggota PPK mendapat serangkaian penjelasan teknis berkaitan dengan tahapan pemngutan dan penghitungan suara serta rekapitulasi penghitungan suara di PPK.

Dalam kesempatan itu, Ketua KPU Grobogan Afrosin Arif meminta agar anggota PPK benar-benar teliti, cermat dan hati-hati saat melakukan proses rekapitulasi penghitungan suara. Sebab, dalam pelaksanaan Pilkada nanti ada perbedaan dibandingkan penyelenggaraan pemilu sebelumnya. Dimana, seusai penghitungan suara di TPS, kotak suara yang didalamnya berisi surat suara dan formulir langsung dikirimkan ke kecamatan.

“Sebelumnya, dari TPS ada proses rekapitulasi ditingkat Desa/Kelurahan. dalam Pilkada 2015, PPS tidak melakukan rekap, namun dari TPS langsung bergeser ke kecamatan. Nanti rekapitulasi penghitungan suara dilakukan di kecamatan dengan dikoordinir oleh PPK,” kata Afrosin.

Terkait dengan kondisi itu, Afrosin meminta agar anggota PPK memperhatikan beberapa poin utama dalam proses penghitungan dan rekapitulasi itu. Antara lain, memperhatikan dengan baik jumlah pemilih yang menggunakan hak pilih harus sama dengan jumlah surat suara yang digunakan, baik suara yang sah maupun tidak.

Kemudian, apabila ada kesalahan penulisan data dalam formulir C1, maka pembetulannya dilakukan dengan cara dicoret dan diparaf oleh petugas KPPS dan saksi pasangan calon. Untuk penggunaan DPTb-2 atau pemilih tambahan yang belum terakumulasi dalam DPTb-1, jumlahnya tidak boleh melebihi daftar yang tertera dalam DBTb-2.

“Kami juga meminta agar kolom-kolom kosong yang tidak terisi data angka agar diisi dengan tanda silang (x). Kemudian, penulisan jumlah surat suara harus dilakukan sesuai fakta yang ada, jangan disamakan dengan jumlah DPT,” tegas Afrosin.

Ia menambahkan, proses rekapitulasi penghitungan suara di kecamatan akan dimulai sehari setelah pelaksanaan Pilkada. Yakni, dari tanggal 10-16 Desember.

Mengingat sehari sebelumnya, tenaga PPK dan PPS sudah terkuras dalam penyelenggaraan Pilkada maka mereka diminta untuk bisa menjaga kondisi dengan baik. Sebab, dalam rekapitulasi nanti butuh ketelitian dan konsentrasi tinggi untuk menginput data. Jika kondisi tidak fit, terkadang sering ada kesalahan yang tidak disengaja dalam memasukkan data. (DAS)

About admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *